Perkembangan kecerdasan artifisial membuat kapasitas komputasi menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital. Pemerintah menilai Indonesia perlu memperkuat computing power agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus membangun kedaulatan digital.
AI Membutuhkan Infrastruktur Besar
Model AI membutuhkan kemampuan pemrosesan dan penyimpanan data yang besar. Karena itu, perkembangan AI tidak hanya berbicara tentang perangkat lunak, tetapi juga pusat data, jaringan, energi, dan perangkat keras.
Tanpa infrastruktur yang memadai, perusahaan dan peneliti akan menghadapi keterbatasan ketika mengembangkan aplikasi AI dengan kebutuhan komputasi tinggi.
Energi dan Data Center Saling Berkaitan
Pusat data membutuhkan listrik yang stabil dan dalam jumlah besar. Pertumbuhan kapasitas komputasi karena itu harus berjalan bersama dengan pengembangan energi dan jaringan listrik.
Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan pusat data berbasis energi yang lebih efisien. Efisiensi pendinginan dan pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Talenta Digital Tetap Diperlukan
Infrastruktur saja tidak cukup. Indonesia membutuhkan tenaga ahli yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengamankan sistem komputasi. Pendidikan teknologi dan riset menjadi investasi penting.
Penguatan talenta juga dapat membantu perusahaan lokal mengembangkan produk AI yang sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
Kesimpulan
Kapasitas komputasi akan semakin penting ketika AI menjadi bagian dari kegiatan ekonomi. Indonesia perlu memperkuat infrastruktur, energi, keamanan, dan talenta secara bersamaan agar peluang AI dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sumber: ANTARA, 22 Oktober 2026.




