Indonesia resmi bergabung dalam Industrial Deep Decarbonization Initiative atau IDDI untuk memperkuat pengembangan pasar material rendah karbon. Inisiatif ini mendorong penggunaan pengadaan publik sebagai instrumen untuk mempercepat permintaan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.
Material Rendah Karbon Semakin Penting
Sektor konstruksi dan industri membutuhkan material dalam jumlah besar. Karena itu, perubahan permintaan dari pemerintah dan perusahaan besar dapat memberikan pengaruh terhadap arah investasi produsen.
Ketika pasar memberikan sinyal permintaan yang jelas, industri memiliki alasan ekonomi untuk mengembangkan teknologi dan kapasitas produksi rendah karbon.
Pengadaan Pemerintah Bisa Menjadi Penggerak
Pengadaan publik memiliki nilai besar dan dapat digunakan untuk menciptakan pasar awal bagi produk berkelanjutan. Pemerintah dapat mendorong standar tertentu sehingga produsen memiliki insentif untuk berinvestasi.
Strategi ini juga dapat membantu menciptakan kepastian bagi investor. Namun, standar harus dirancang secara bertahap agar tidak meningkatkan biaya pembangunan secara berlebihan.
Peluang bagi Industri Indonesia
Transisi rendah karbon membuka peluang bagi produsen material, perusahaan teknologi, konsultan, dan penyedia solusi energi. Indonesia juga dapat mengembangkan rantai pasok baru berbasis teknologi bersih.
Pengembangan tersebut membutuhkan investasi dan tenaga kerja terampil. Pendidikan vokasi serta riset industri menjadi bagian penting dari proses transisi.
Kesimpulan
Keikutsertaan Indonesia dalam IDDI menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap dekarbonisasi industri. Jika didukung kebijakan yang konsisten, pasar material rendah karbon dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru.
Sumber: ANTARA, 22 Oktober 2026.




