Jakarta, 23 Oktober 2026 — Literasi asuransi kembali menjadi perhatian dalam rangkaian Hari Asuransi 2026. Industri perasuransian mendorong masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), agar tidak hanya mengenal produk asuransi, tetapi memahami manfaat, risiko dan ketentuan perlindungannya.
Tahun ini, Hari Asuransi mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dengan pesan “Pahami – Miliki – Lindungi”. Rangkaian kegiatan edukasi dilakukan di sejumlah kota untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan risiko.
Mengapa Literasi Asuransi Penting?
Asuransi pada dasarnya merupakan instrumen pengelolaan risiko. Seseorang membayar premi sesuai kesepakatan untuk mendapatkan perlindungan terhadap risiko yang tercantum dalam polis.
Masalah sering muncul ketika masyarakat membeli produk tanpa memahami manfaat, pengecualian, masa tunggu, batas pertanggungan atau prosedur klaim. Karena itu, peningkatan literasi menjadi bagian penting agar keputusan membeli asuransi benar-benar sesuai kebutuhan.
UMKM Menghadapi Banyak Risiko
Bagi pelaku UMKM, risiko tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pemilik atau karyawan. Operasional bisnis juga dapat menghadapi kerusakan aset, kecelakaan kerja, gangguan usaha dan berbagai risiko lain sesuai karakter bisnis.
Perlindungan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak finansial ketika risiko terjadi. Namun, jenis perlindungan harus disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Tidak semua produk cocok untuk semua UMKM.
Angka Literasi Masih Menunjukkan Ruang Perbaikan
Dalam informasi yang disampaikan pada rangkaian Hari Asuransi 2026, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan menunjukkan literasi sektor perasuransian sebesar 42,84 persen dan tingkat inklusi sebesar 29,55 persen.
Angka tersebut menunjukkan masih terdapat jarak antara pengetahuan masyarakat mengenai asuransi dan penggunaan produk perlindungan. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri untuk memberikan edukasi yang lebih mudah dipahami.
Jangan Hanya Melihat Premi Murah
Salah satu kesalahan umum calon nasabah adalah membandingkan produk hanya berdasarkan harga premi. Padahal, produk dengan premi lebih rendah belum tentu memberikan perlindungan yang paling sesuai.
Calon nasabah sebaiknya membaca ringkasan informasi produk, memahami pengecualian, menanyakan prosedur klaim dan memastikan perusahaan atau tenaga pemasar memiliki legalitas sesuai ketentuan. Untuk produk kompleks, konsultasi dengan pihak yang kompeten juga dapat membantu.
Literasi Menjadi Kunci
Rangkaian Hari Asuransi 2026 memperlihatkan bahwa tantangan industri bukan hanya meningkatkan jumlah peserta, tetapi memastikan masyarakat memahami perlindungan yang dibeli. Pemahaman tersebut penting agar asuransi tidak dianggap sekadar biaya, melainkan bagian dari perencanaan keuangan dan manajemen risiko.
Bagi UMKM, langkah paling penting adalah memetakan risiko bisnis terlebih dahulu. Setelah itu, perlindungan dapat dipilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan keuangan.
Sumber fakta: InfoEkonomi.id dan Tirto, Oktober 2026. Artikel merupakan rangkuman dan analisis independen redaksi Kabar Pijar.




