Sabtu, 24 Oktober 2026
TERKINI
Insurance

Asuransi Kendaraan Diproyeksi Tumbuh 6-7 Persen hingga Akhir 2026

Oleh pPTLwS6HwuPS2 menit baca4 dibaca

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia memperkirakan segmen asuransi kendaraan bermotor masih memiliki peluang pertumbuhan hingga akhir 2026. Pada kuartal II, premi kendaraan tercatat tumbuh 4,9 persen secara tahunan menjadi Rp9,85 triliun.

Penjualan Kendaraan Menjadi Penopang

Pertumbuhan industri otomotif dapat memperluas basis nasabah asuransi kendaraan. Semakin banyak kendaraan yang beredar, semakin besar pula kebutuhan terhadap perlindungan risiko kecelakaan, kerusakan, dan kehilangan sesuai cakupan polis.

Namun, pertumbuhan premi tetap bergantung pada daya beli masyarakat. Ketidakpastian ekonomi dapat membuat konsumen lebih selektif dalam memilih perlindungan dan menilai kembali biaya kepemilikan kendaraan.

Perusahaan Perlu Menjaga Kualitas

Persaingan industri asuransi tidak hanya ditentukan oleh harga premi. Kecepatan klaim, jaringan bengkel, kualitas layanan, serta kejelasan ketentuan polis menjadi faktor penting dalam pengalaman nasabah.

Digitalisasi dapat membantu proses klaim dan administrasi. Teknologi memungkinkan laporan kerusakan dilakukan lebih cepat dan membantu perusahaan memproses data secara lebih efisien.

Risiko Pasar Tetap Ada

Penjualan kendaraan yang positif belum otomatis menjamin pertumbuhan premi sepanjang tahun. Perubahan daya beli, harga kendaraan, biaya suku cadang, serta tingkat kecelakaan dapat memengaruhi hasil industri.

Karena itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas underwriting agar portofolio tetap sehat.

Kesimpulan

Prospek pertumbuhan asuransi kendaraan hingga akhir 2026 masih terbuka. Pertumbuhan otomotif menjadi peluang, sementara kualitas layanan dan kemampuan membaca risiko akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan.

Sumber: Kontan, 20 Oktober 2026.

Penulis di Kabar Pijar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *